Asesmen Lisan di Era AI Mengalihkan Fokus dari “Siapa yang Menulis?” ke “Siapa yang Benar-benar Paham?”

Di era AI generatif, tugas/ujian tertulis yang menuntut HOTS tetap penting namun kebijakan realistis perlu mengizinkan siswa menggunakan AI sebagai stimulan (bukan mesin salin). Agar jawaban tertulis benar-benar “milik” siswa, setiap produk tulisan harus dipertanggungjawabkan secara lisan melalui presentasi singkat, tanya-jawab (viva/interview), atau kuis lisan. Literatur mutakhir menunjukkan: AI mengubah lanskap asesmen dan integritas akademik, sementara asesmen lisan meningkatkan validitas autentik, mengurangi peluang kecurangan, dan menilai penalaran real-time.

guru sedang melakukan asesmen lisan

Mengapa Asesmen Perlu Berubah?

  1. AI mengganggu format asesmen tradisional. Telaah cakupan (scoping review) menunjukkan GA I (GenAI) mendorong redesain asesmen ke arah penilaian proses, autentik, dan multimodal, deteksi AI bukan solusi satu-satunya, sehingga rekonstruksi desain asesmen menjadi kunci. SpringerOpen

  2. Integritas akademik di era AI perlu strategi baru. Kajian sistematis menyoroti perlunya kombinasi desain tugas, kebijakan pemanfaatan AI yang jelas, serta asesmen interaktif untuk menjaga kejujuran akademik.

Kekuatan Asesmen Lisan

  • Validitas & reliabilitas. Tinjauan sistematis lintas negara menemukan asesmen lisan (presentasi, viva, oral exam) digunakan luas dan, bila dirancang baik (rubrik, kalibrasi penilai), memberikan informasi kompetensi yang sukar ditangkap oleh tes tertulis semata.

  • Mengurangi kecurangan & penyalahgunaan AI. Karena berlangsung real-time dengan probing pertanyaan lanjutan, oral exam mempersulit plagiarisme/“jawaban titipan” termasuk yang dihasilkan AI dan memverifikasi penguasaan konsep, bukan sekadar produk teks.

  • Verifikasi identitas & keaslian. Penelitian integrasi pengenalan suara/biometrik pada platform oral online menunjukkan potensi memastikan bahwa yang dinilai adalah benar siswa yang bersangkutan. (Relevan untuk pembelajaran jarak jauh).

Prinsip Kebijakan: “AI sebagai Stimulan, Bukan Substitusi”

  1. Diizinkan dengan deklarasi. Tugas tertulis boleh memanfaatkan AI sebagai stimulan (ide awal, struktur, klarifikasi) dengan pernyataan pemakaian (tools, versi, bagian yang dibantu).

  2. Wajib pertanggungjawaban lisan singkat. Setiap tugas tertulis diikuti mini-viva 5–8 menit per siswa/kelompok: jelaskan argumen kunci, tunjukkan revisi dari keluaran AI, dan jawab dua–tiga pertanyaan transfer-konteks.

  3. Rubrik terpadu (tulis + lisan). Nilai akhir menggabungkan kualitas produk tertulis (HOTS) dan kualitas penalaran lisan (akurat, adaptif, reflektif). Tinjauan kebijakan/riset integritas menekankan perlunya kombinasi format untuk menjaga fairness dan kejujuran.

Desain Teknis Asesmen Lisan (Siap Teraplikasi)

Format:

  • Presentasi 3–5 menit dan Tanya-jawab 3–5 menitdilanjutkan Refleksi 1 menit (opsional, video/voice note).

  • Interview konseptual (2–3 prompt penalaran: definisi-contoh-transfer).

  • Kuis lisan (rapid-fire) untuk verifikasi istilah kunci sebelum diskusi mendalam.

Rubrik ringkas (4 dimensi, skala 1–4):

  1. Kefahaman konsep (akurasi, kedalaman, koneksi lintas topik).

  2. Penalaran & justifikasi (bukti, contoh, counter-argument, transfer konteks).

  3. Kejelasan komunikasi (struktur, koherensi, bahasa).

  4. Integritas & refleksi AI (transparansi penggunaan AI, revisi mandiri, trace proses).

Moderasi & reliabilitas:

  • Gunakan lembar pertanyaan baku (bank probe) per topik untuk konsistensi.

  • Co-grading (dua penilai untuk sampel) + rekaman (audio/video) untuk audit.

  • Kalibrasi penilai 1× per awal/topik untuk menyamakan interpretasi rubrik. Temuan telaah sistematis menunjukkan langkah ini krusial agar oral exam tetap reliabel.

Literasi & Kebijakan AI bagi Guru–Siswa

  • AI literacy untuk pendidik meliputi pengetahuan pedagogik-konten-teknologi (TPACK) spesifik AI: pemahaman bias, interpretabilitas, etika, dan orkestrasi kelas. Tinjauan Scopus menekankan pemetaan AI-literacy ke kompetensi profesional guru. ScienceDirect

  • Kerangka literasi AI (siswa): sikap kritis, kebiasaan memverifikasi keluaran model, dan penggunaan bertanggung jawab—direkomendasikan oleh kerangka literasi AI terbaru. ScienceDirect+1

Anatomi Prompt “Baik & Benar” (untuk dijadikan modul ajar mapel KKA)

  1. Peran & tujuan (Anda adalah…; tujuan tugas…).

  2. Konteks & batasan (kurikulum/kelas, tingkat kedalaman, format).

  3. Data/rujukan (teks, tabel, kutipan).

  4. Proses berpikir (minta langkah, cek asumsi, bandingkan alternatif).

  5. Keluaran & kriteria (rubrik, panjang, gaya sitasi).

  6. Pemeriksaan & revisi (minta self-critique, error-check, dan versi ringkas).
    Penelitian terkini menempatkan prompt engineering sebagai kompetensi abad-21 yang perlu diajarkan eksplisit di sekolah tinggi/SMK/PT.

Tantangan Implementasi & Mitigasi

  • Skalabilitas waktu guru. Atur mini-viva terjadwal (slot 8–10 menit/siswa) dan manfaatkan rekaman asinkron untuk sebagian kelas.

  • Keadilan & akses. Sediakan alternatif non-sinkron bagi siswa dengan hambatan jaringan; latih komunikasi lisan bertahap untuk mengurangi anxiety. Studi menunjukkan persepsi stres perlu dikelola, namun tidak meniadakan manfaat validitas.

  • Identitas & keaslian di pembelajaran jarak jauh. Pertimbangkan verifikasi berbasis suara/wajah secara proporsional terhadap risiko.

  • Kepastian kebijakan. Buat kebijakan AI institusi: yang boleh/tidak, contoh etis, format deklarasi penggunaan, dan sanksi pelanggaran dengan penekanan pada desain asesmen, bukan semata deteksi AI.

Pendekatan “AI sebagai stimulan bukan substitusi” menyelaraskan realitas teknologi dengan tujuan pendidikan. Dengan asesmen lisan sebagai instrumen tambahan, sekolah dapat:

(a) Memvalidasi kepemilikan belajar.

(b) Menumbuhkan penalaran orisinal.

(c) Menjaga integritas akademik tanpa menolak kemajuan AI.

Bukti penelitian mutakhir mendukung langkah ini tinggal keberanian kebijakan dan disiplin implementasinya.

Referensi

  • Xia, Q., dkk. (2024). How generative AI transforms assessment in higher education (scoping review). SpringerOpen. SpringerOpen

  • Nallaya, S., dkk. (2024). Validity, reliability, academic integrity and integration of oral assessments (systematic review). Issues in Educational Research (Scopus). ResearchGate

  • Fenton, A. (2025). Reconsidering the Use of Oral Exams and Assessments. Educational Researcher. SAGE Journals

  • Evangelista, E. (2025). Ensuring academic integrity in the age of ChatGPT (systematic review). CEDTech. cedtech.net

  • Renzella, J., dkk. (2022). Verifying student identity in oral assessments with Deep Speaker. ScienceDirect. ScienceDirect

  • Sperling, K., dkk. (2024). AI literacy in teacher education (scoping review). ScienceDirect. ScienceDirect

  • Veldhuis, A. (2024). Critical AI literacy: a scoping review. ScienceDirect. ScienceDirect

  • Federiakin, D. (2024). Prompt engineering as a 21st-century skill. Frontiers in Education. Frontiers

  • Ateeq, A. (2024). AI & academic integrity; comprehensive assessment approaches. Frontiers in Education. Frontiers

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top